Cerita Eks Ketua Umum FPI saat Berada di Dalam Rutan Bareskrim: Jadi Lebih Banyak Ibadah

Eks Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sabri Lubis beserta para pimpinan FPI lainnya telah dinyatakan bebas setelah menjalani masa tahanan selama 8 bulan penjara, atas perkara kerumunan massa di Petamburan. Sabri mengungkapkan, rasa syukur atas kebebasan dirinya beserta jajaran eks pimpinan FPI lainnya pada Rabu (6/10/2021) pagi tadi. Dirinya juga turut bercerita kehidupannya selama berada di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

Sabri menyebut banyak manfaat yang didapatinya, karena bisa dapat beribadah lebih sering. "Tentu bagi diri saya pribadi sangat banyak manfaatnya terlebih saya dalam selama masa tahanan di sini lebih banyak ibadah punya waktu luang untuk beribadah kepada Allah SWT," kata Sabri saat ditemui awak media saat keluar dari Gedung Bareskrim Polri, Rabu (6/10/2021). Tak hanya itu, Sabri mengaku kehidupan dirinya di Rutan Bareskrim selama 8 bulan juga dilakukan untuk keperluan belajar dan mengajar.

Kondisi tersebut kata dia, tidak selalu bisa didapatkan oleh para eks pimpinan FPI di kehidupan bermasyarakat. Sebab saat berada di dalam rutan, kata dia tidak ada yang membatasi waktunya untuk dapat beribadah dan belajar. "Kita ga pernah merasakan kenikmatan dalam beribadah ini di luar, kalau sekarang kan gak ada yang membatasi gak cape, jadi kita bisa betul betul dalam rangka beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan juga untuk belajar seperti itu," ucapnya.

Setelah dinyatakan bebas, Sabri mengatakan, dirinya mewakili rekan rekan di FPI tersebut akan kembali menjalankan kegiatan seperti biasanya. Kegiatan tersebut yakni di antaranya menjalankan dakwah dan melanjutkan program sosial yang selama ini dilakukan. "Kita tentunya seperti biasanya kami akan tetap menjalankan dakwah program sosial dan yang biasanya kami laksanakan seperti itu," ucap Sabri kepada awak media di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (6/10/2021).

Namun, ketika disinggung terkait dengan keikutsertaannya di organisasi, dirinya mengatakan, akan melihat kemungkinan itu nanti. Sebab, terpenting saat ini dirinya menyatakan syukur karena telah bebas dari hukuman penjara yang dilalui nya selama 8 bulan belakangan. "Ya nanti disampaikan yang akan datang ya, masih belum jelas ya (terkait organisasi)," tukasnya.

Minta Doa agar Rizieq Shihab segera Bebas Eks Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sabri Lubis bersama kelima mantan pimpinan FPI lainnya telah resmi bebas menjalani masa tahanan atas perkara kerumunan massa di Petamburan, pada Rabu (6/10/2021). Seraya kebebasan ini, Sabri turut mengucapkan terima kasih kepada para pihak, dan pimpinan Rutan Bareskrim Polri.

"Kita sudah bebas. saya ucapkan atas nama saya dan kawan kawan mengucapkan terina kasih banyak, yang pertama kepada Karutan dan juga Kabag Tahanan dan Barang Bukti (Tahti)," kata Sabri kepada awak media setelah keluar dari Gedung Bareskrim Polri, Rabu (6/10/2021). Tak hanya itu, eks Ketum FPI tersebut juga turut mengucapkan terima kasih kepada para simpatisan dan masyarakat yang mendoakan dirinya bersama lima eks pimpinan FPI lainnya selama berada di Rutan. Akan tetapi, dia memohon agar doa tersebut jangan terputus, sebab hingga kini masih ada Muhammad Rizieq Shihab (MRS) dan Muhammad Hanif Alattas menantu Rizieq yang masih menjalani masa tahanan.

Sabri berharap, eks pendiri FPI dan menantunya tersebut bisa segera menghirup udara bebas dan menyusul kelima mantan pimpinan FPI lainnya. "Jangan putuskan doa anda, disini masih ada Habib Rizieq masih ditahan, dan habib Hanif Alatas juga masih ditahan, kita doakan semoga bisa menyusul kita di luar," katanya. Bisa Lihat Matahari Lagi

Seluruh mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) telah resmi dinyatakan bebas setelah menjalani masa tahanan di Rutan Bareskrim Polri selama 8 bulan atas kasus kerumunan massa di Petamburan. Tampak keseluruhan para eks mantan pimpinan FPI ini menyambut baik kebebasan yang diterimanya pada Rabu (6/10/2021) pagi ini. Adapun seluruh eks Petinggi Front Pembela Islam (FPI) itu yakni Harris Ubaidillah; Ahmad Sabri Lubis; Ali Alwi Alatas, Idrus alias Idrus Al Habsyi dan Maman Suryadi.

Seraya meninggalkan Gedung Bareskrim Polri seluruhnya turut mengucapkan rasa syukur karena dapat kembali menikmati matahari pagi. "Alhamdulillah matahari cerah hari ini, kami bisa lihat lagi," kata Ahmad Sabri Lubis diiringi para eks pimpinan lain dan kuasa hukum. Dirinya menyatakan, terakhir kali dapat melihat matahari pagi kala menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur atas kasus yang menjeratnya.

Rasa syukur itu dipanjatkan oleh Mantan Ketua Umum FPI tersebut, sebab selama menjalani masa tahanan tidak pernah sekalipun merasakan hangatnya matahari pagi. "Kalau pas ditahankan adanya di bassement, jadi gelap gak pernah ngerasain matahari," bebernya seraya meninggalkan awak media. Ucapan itu juga turut disambut oleh eks pimpinan FPI lainnya, yakni Maman Suryadi yang diketahui merupakan mantan Panglima Laskar FPI yang berjalan di belakang Sabri Lubis.

Maman juga turut mengungkapkan rasa syukur dan memberikan kebahagiannya dengan eks pimpinan FPI lainnya. "Ali (kala memanggil Ali Alwi) Alhamdulillah matahari, bisa lihat lagi kita, ini matahari nih," bebernya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Metropolitan

Demi Wujudkan Kekebalan Massal, Pemprov DKI Terus Gencarkan Vaksinasi Covid-19

Program vaksinasi Covid 19 terus digencarkan Pemprov DKI Jakarta demi mewujudkan kekebalan massal atau herd immunity. Beragam upaya pun dilakukan guna memastikan seluruh warga ibu kota mendapatkan vaksin Covid 19. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti menyebut, ada sembilan strategi yang dijalankan pihaknya untuk mempercepat program vaksinasi. Pertama, Dinkes DKI Jakarta membuka sentra vaksinasi […]

Read More
Metropolitan

Kakek Berprofesi Tukang Pijat Keliling Diduga Cabuli Bocah, Pelaku Kerap Imingi Uang ke Anak-anak

Tukang pijat keliling, Pendi (62) diduga mencabuli seorang bocah perempuan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Peristiwa itu terungkap setelah warga mendapati kakek itu beberapa kali mengajak korban masuk ke dalam kamar kosnya. Padahal Pendi diketahui mengontrak seorang diri di kamar kos tersebut. Terkait hal tersebut, warga pun menggerebek kamar kost Pendi. Namun, aksi warga pun […]

Read More